The city of melaka is host to a wide and interesting collection of a diversified culture minority ethnic communities, a unique blend of Eastern and Western architecture and a rich background of history. As far back as the early 15th century.
Melaka was already the cradle of a modern civilisation with the existence of a multi-rasional society and the center of trade in the region that was even envied by the Europeans.
Traders and merchants of so many nations from east and west gathered in this emporium of trade that it was recorded that as many as 84 different languages were spoken here at the height of its glory.
Melaka or previously known as Malacca is one of the thirteen states that belongs to Malaysia and it is located 2 degrees north of the equator by the shore of the Straits of Melaka between Singapore to its south and Kuala Lumpur, the capital of Malaysia to its north.
The state is divided into three districts, Melaka tengah or Central Melaka, the district of Alor Gajah to the north and the district of Jasin to the south.
However, almost all the interesting and historical sites are located in Central Melaka and mostly in the town area.
Aku ada pasangan hidup sendiri.... Bila seronok, aku cari....pasanganku
Bila sedih, aku cari....Mak
Bila berjaya, aku ceritakan pada....pasanganku
Bila gagal, aku ceritakan pada....Mak
Bila bahagia, aku peluk erat....pasanganku
Bila berduka, aku peluk erat....Emakku
Bila nak bercuti, aku bawa....pasanganku
Bila sibuk, aku hantar anak ke rumah....Mak
Bila sambut valentine.. Aku bagi hadiah pada pasanganku
Bila sambut hari ibu...aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu"
Selalu.. aku ingat pasanganku
Selalu.. Mak ingat kat aku
Bila-bila... aku akan talipon pasanganku
Entah bila... aku nak talipon Mak
Selalu...aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah bila... aku nak belikan hadiah untuk Emak
Renungkan:
"Kalau kau sudah habis belajar dan berkerja...
bolehkah kau kirim wang untuk Mak?
Mak bukan nak banyak... lima puluh ringgit sebulan pun cukuplah".
Berderai air mata jika kita mendengarnya........
Tapi kalau Mak sudah tiada..........
MAKKKKK...RINDU MAK.... RINDU SANGAT...
Berapa ramai yang sanggup menyuapkan ibunya.... berapa ramai yang sanggup mencuci muntah ibunya..... berapa ramai yang sanggup mengantikan lampin ibunya..... berapa ramai yang sanggup..... membersihkan najis ibunya....... berapa ramai yang sanggup....... membuang ulat dan membersihkan luka kudis ibunya....
berapa ramai yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya.....
Dan akhir sekali berapa ramai yang sembahyang JENAZAH ibunya..... .